Dilaporkan jika kawasan Kampung Baru di ibukota Kuala Lumpur, Malaysiamengalami kebakaran hebat hari Jumat (29/12) kemarin. Dilansir Astroawani hari Sabtu (30/12), Dinas Pemadam Kebakaran setempat mendapat laporan kebakaran hari Jumat (29/12) pagi sekitar pukul 09.39 waktu Kuala Lumpur.

 

Ahmad Adli Abdul Rahmad selaku Ketua Cawangan Bahagian Operasi Jabatan Bomba dan Penyelamat Kuala Lumpur menjelaskan kalau kobaran api berhasil dikontrolpada pukul 10.12 pagi dan dipadamkan sekitar pukul 11.14 siang. Beruntung tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam musibah ini.  “Proses pemadaman api sedikit sulit karena posisi rumah Togel hongkong yang relatif dekat. Ini juga jadi salah satu alasan kenapa api menyebar dengan sangat cepat.”

 

Sementara itu Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia melaporkan jika ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang turut jadi korban kebakaran Kampung Baru ini. Dalam informasi yang dibeberkan Kemenlu di akun Twitter resmi mereka yakni @Portal_Kemlu_RI disebutkan, “Telah terjadi kebakaran besar di Kampung Baru, Kuala Lumpur, Malaysia hari Jumat (29/12) yang diduga akibat arus pendek. Diperoleh informasi awal bahwa 102 WNI dari 13 keluarga menjadi korban. Sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.”

 

Menurut keterangan pihak Kemlu, otoritas Malaysia sudah melakukan penanganan atas musibah kebakaran. Saat ini para korban ditampung di Gedung Serbaguna Kampung Baru. KBRI Kuala Lumpur juga akan terus memberikan bantuan seperti logistik, penerbitan SPLP dan paspor pengganti kepada korban selamat. Hal ini dikarenakan ada banyak barang-barang WNI yang hangus tak tersisa.

 

Api Sempat Padam Lalu Menyala Lagi

 

Dalam penuturan Syawal Indra, seorang saksi kebakaran Kampung Baru, dirinya mengungkapkan jika kebakaran terjadi saat dirinya sedang masak dan baru saja membuka warung. “Tiba-tiba saya dengar orang berteriak minta tolong. Waktu saya lihat sudah ada asap tebal dan api mulai berkobar. Saya menggunakan alat pemadam api untuk memadamkan kobaran api di tembok rumah. Tetapi api itu padam sekejap saja dan kemudian berkobar lagi.”

 

Warga Kuala Lumpur lainnya bisa melihat jelas kobaran api karena memang berada di tengah kota. Sedikitnya 50 petugas pemadam kebakaran lokal yang dikerahkan beserta melibatkan warga sekitar lokasi untuk mematikan api.

 

Johari Abdul Ghani selaku Kenteri Kewangan Kedua menuturkan kepada The Malaysian Insight bahwa seluruh korban akan ditampung sementara di kawasan Program Perumahan Rendah (PPR). Pria yang juga menjabat sebagai Anggota Parliemen Titiwangsa itu menyebutkan kalau kobaran api yang diduga dari konslet alias hubungan arus pendek itu muncul dari sebuah rumah kontrakan yang dengan cepat menyebar. “Saya sarankan kepada penyewa untuk tidak membuat kabel listrik tanpa sepengetahuan pihak Tenaga Nasional Berhad.”

 

Kerugian Mencapai Rp 1,6 Miliar

 

Seorang pemilik rumah yang menjadi pusat dari kebakaran bermula yakni Jantan Razak menuturkan kalau rumah peninggalan neneknya itu sudah habis terbakar. Rumah itu sendiri memang dikontrakkan dan penghuninya saat kejadian sedang pergi bekerja.Sementara itu, api yang membakar 15 rumah kontrakan disinyalir menelan kerugian mencapai RM 500 ribu (sekitar Rp 1,6 miliar).

 

Kini sehari setelah musibah itu terjadi, pemerintah setempat sudah mengosongkan lokasi kebakaran untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Apa yang terjadi di kawasan Kampung Baru ini seolah membuktikan jika pemukiman padat penduduk memiliki potensi mengalami kebakaran dahsyat jika setiap pemilik rumah tidak waspada dengan alat-alat elektronik dan sambungan kabel listrik yang digunakan.