Category: Sepakbola

Timnas Kolombia dan juga Inggris bakal bertemu di babak 16 besar pada ajang Piala Dunia 2018 tepatnya di Stadion Spartak, hari Rabu (4/7) dini hari WIB. Los Cafeteros dan juga The Three Lions pasalnya sudah pernah bertemu sebelumnya yakni sebanyak 5 kali. Pertandingan terkahir kedua timnas ini berlangsung pada tanggal 30 Mei 2005 dalam pertandingan persahabatan yang mana berakhir dengan kemenangan Inggris dengan skor 3-2.

Salah satu legenda Inggris,yakni David Beckham, pernah juga mencetak gol ke gawang Kolombia di Piala Dunia 1998. Berikut ini ada beberapa fakta menarik seputar Kolombia dan Inggris menjelang pertandingan mereka besok.

Fakta-Fakta Menarik Jelang Kolombia vs Inggris

  1. Kolombia belum pernah sekalipun menjalani adu penalty pada Piala Dunia sementara Inggris sudah pernah menjalani 3 kali adu penalty yang mana selalu berakhir dengan kekalahan.
  2. Kolombia pasalnya selalu mencetak gol dalam 8 laga Piala Dunia terakhir, sementara Inggris Cuma sekali gagal mencetak gol dari total 18 pertandingan togel singapura pada fase grup gugur Piala Dunia.
  3. Dalam 6 laga terakhirnya pada babak 16 besar, Inggris pasalnya bisa meraih 4 buah kemenangan. Laga terakhir Inggris pada babak 16 besar Piala Dunia terjadi di 8 tahun lalu dengan hasil kekalahan 1-4 dari Timnas Jerman.
  4. Kolombia hanya meraih 3 buah kemenangan dari total 10 buah pertemuan melawan negara-negara di Eropa yang ikut ajang Piala Dunia. Sedangkan Inggris membukukan 8 kemenangan dari 17 buah pertemuan dengan negara Amerika Selatan.
  5. Kali terakhir Inggris mendapatkan kemenangan di fase gugur Piala Dunia melawan timnas Amerika Selatan terjadi pada tahun 2006 saat mengalahkan Ekuador dengan skor 1-0.
  6. Gol pertama David Beckham untuk Timnas Inggris dipersembahkan ke gawang Kolombia pada Piala Dunia tahun 1998. Saat itu Inggris menang dengan skor 2-0. Selain gol dari Beckham, gol di laga itu juga dicetak oleh Darren Anderton.
  7. Kolombia dan Inggris pasalnya sudah pernah bertemu sebanyak 5 kali, dan 2 pertemuan di antaranya berlangsung di Piala Dunia. Inggris sendiri pasalnya unggul dalam rekor pertemuan dengan mendapatkan 3 kemenangan dan 2 kali bermain imbang.

Rooney Yakin Inggris Menang

Tanggapan datang dari mantan pemain Timnas Inggris, Wayne Rooney. Ia yakin bahwa The Three Lions akan menang dan memiliki peluang untuk mengangkat trofi juara Piala Dunia 2018 karena beberapa tim besar secara mengejutkan terjungkal dan pulang lebih awal.

Juara bertahan misalnya, Jerman, dan juara Eropa yakni Spanyol, serta Juara Dunia tahun 2010 Spanyol juga, dan Runner Up Piala Dunia 2014, Argentina, telah tersingkir dari ajang Piala Dunia 2018. “Ada beberapa tim besar yang keluar dari Piala Dunia. Ini dapat menjadi tahun ketika Inggris dapat melaju jauh dan juga semoga saja menang (Piala Dunia),” ungkap Rooney dilansir dari CNN Indonesia.

Apabila berhasil menjadi juara Piala Dunia 2018 di Rusia, ini menjadi kali kedua setelah Inggris pertama kali meraih gelar juara dunia pada tahun 1966 saat menjadi tuan rumah. Rooney yang saat ini bermain untuk DC United di MLS, menyebutkan tanda-tanda kejayaan dari Inggris yang hadir dari komposisi personel dan juga taktik yang diperkenalkan oleh sang pelatih, Gareth Southgate pada timnas itu. selain itu juga, kehadiran pemain muda membantu untuk menyegarkan tim.

Setiap pemain sepakbola tentu memiliki jalan karir masing-masing.Ada yang berjalan sesuai dengan harapan, ada yang masih terus berjuang untuk berkarir sesuai keinginan.Terkadang, ada juga kesempatan yang diberikan sesuai dengan impiannya selama ini, walaupun kesempatan itu singkat.Ya, Kennedy yang baru saja dipindahkan dengan status pinjaman ke Newcastle merasa sangat beruntung karena kepindahannya tersebut, walau sebagai pinjaman merupakan impian yang menjadi kenyataan.

Mimpi Menjadi Kenyataan

Gelandang yang kini berusia 21 tahun itu tiba di Tyneside pada tanggal 23 Januari kemarin saat penandatanganan bursa transfer Januari pertama Newcastle. Ini menjadi salah satu kesempatan terbaiknya untuk membuktikan kepada sepakbola dunia bahwa dirinya akan menjadi pemain yang berbakat. Ya, bermain bersama Newcastle, walau dengan status pinjaman bisa menjadi batu loncatan dirinya untuk berkembang lebih jauh lagi.

Bahkan, gelandang tersebut tidak bisa menyembunyikan ekspresi kegembiraannya saat dia resmi membela Newcastle.Dia berkata: “Ketika saya masih kecil, saya biasa bermain domino qiu qiu dengan teman-teman di jalanan dan saya selalu bermimpi berada di klub seperti ini.Dan sekarang mimpi itu menjadi kenyataan.”Itulah kenapa, kepindahannya ke Newcastle dianggap sebagai mimpi yang menjadi sebuah kenyataan.

Dia melanjutkan; “Ini adalah saat yang sangat penting dalam karir saya dan saya berharap bisa melakukan yang terbaik. Saya di sini untuk belajar dan menunjukkan potensi saya, tidak hanya potensial, tapi saya bisa melakukan sesuatu di masa depan.” Bukan tidak mungkin memang jika setelah ini karirnya justru akan gemilang. Semua tergantung dari bagaimana usaha dan kerja kerasnya selama di Newcastle.

Sebelumnya, Kenedy juga mendapat kesempatan besar saat Chelsea membayar Fluminese sebesar £ 6,3 juta untuknya pada bulan Juli 2015, meskipun kemudian waktunya Stamford Bridge terbatas. Saat itu, dia telah melakukan tindakan yang pada akhirnya membuat dirinya dikenai sanksi FA.Dia diberi peringatan resmi oleh FA atas komentarnya di media sosial yang juga membuatnya dikirim pulang dari tur pra-musim Chelsea di China.

Idolakan Pemain Besar

Ada yang mengatakan jika Kenedy merupakan pemain dengan karakter yang penuh warna.Dia memiliki serangkaian tato di tubuhnya dimana salah satu tato tersebut berbunyi, “Maafkan aku, ibu, untuk hidupku yang gila”. Entah apa maksud dari tato tersebut, tetapi sepertinya memiliki arti yang sangat dalam tentang masa lalunya atau kerinduannya terhadap ibunda tercinta.

Kenedy mulai belajar sepak bola dengan bermain bola di jalan-jalan di negaranya Brasil, tapi dia juga mengungkapkan bahwa dia harus berkorban sejak dini untuk bisa bermain sepakbola.Dia bercerita; “Saya pulang ke rumah pada usia delapan atau sembilan tahun.Paman saya adalah manajer saya, dan dia memberi saya kesempatan untuk bermain untuk Fluminense.Kemudian, saya pindah ke Eropa ketika berusia 19 tahun.

Dia melanjutkan mengenang masa lalunya; “Saya pindah dari Santa Rita do Sapucai, sebuah kota di pedesaan di Minas Gerais, ke Rio de Janeiro, sekitar 300 mil, kurang lebih sama dengan Newcastle ke London.” Ketika ditanya apakah dia takut dengan tindakannya karena pindah dari rumah pada usia tersebut, dia menjawab: “Tidak, tidak apa-apa, tidak masalah bagi saya.”

Menariknya, pemain asal Brazil tersebut memiliki sejumlah pemain besar yang menjadi idolanya. Dia tumbuh sebagai pemain sepakbola yang mengidolakan pemain bintang seperti Adriano, Romario dan Ronaldo, dan mengakui beberapa pengetahuannya tentang klubnya saat ini berasal dari trilogi film Goal, di mana seorang pemain muda dari Los Angeles mendapat jeda besar di Newcastle.