Find Free Music

Ulasan Film Dan Verita Viral Masa Kini

Browsing Category: BOX OFFICE

BIOSKOP, BOX MOVIE, BOX OFFICE, HOLLYWOOD

Blak-Blakan Soal Birds of Prey, Margot Robbie Jatuh Cinta Pada Harley Quinn

Margot Robbie akhirnya blak-blakan tentang karakter yang diperankannya dalam film solo Harley Quinn, Birds of Prey. Dalam film itu, ia tidak Cuma jadi pemeran utama juga, namun juga berpartisipasi dalam proses produksinya.

Curhat Blak-Blakan Margot Robbie

Alasan mengapa ia mau mengambil peran sebagai Harley Quinn sembari terlibat dalam proses produksinya adalah karena ia langsung jatuh hati setelah memerankan Harley Quinn untuk pertama kalinya dalam film Suicide Squad (2016). Menurut dirinya, banyak hal yang masih bisa dieksplorasi dari karakter Harley Quinn ini. “Dalam film ini (Birds of Prey) kalian akan melihat sisi Harley Quinn yang sangat amat berbeda,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia.

“Jauh lebih rentan yang membuatnya bertingkah tak menentu dan gila,” imbuhnya lagi.

Menurutnya, Harley Quinn juga akan menunjukkan cara saat ia harus bertanggung jawab untuk anak kecil dan juga banyak hal yang lainnya. Sehingga karakter itu akan sangat menyenangkan untuk disaksikan. Film Birds of Prey ini sendiri bakal diawali dengan rasa patah hati Harley Qiunn setelah berpisah dengan penjahat Gotham, Joker, atau yang disapa Mr. J. Harley Quinn yang mencoba pulih dari masalahnya.

Perjuangan dan juga kerentanan yang sama juga dirasakannya dengan empat wanita lainnya juga ditampilkan di sini. Sutradara film ini, Catchy Yan mengatakan bahwa ia ingin menunjukkan pemberdayaan dan kekuatan perempuan lewat film Birds of Prey ini. Dilansir dari CNN Indonesia, hal itu membawa sensasi baru bagi dunia DC Comics yang pada umumnya sekarang ini lebih banyak didominasi oleh pria.

Hal itu membuat Cathy Yan menjadi sutradara perempuan Asia pertama yang berhasil menyutradarai film DC atau superhero AS apa pun dengan tema yang mengangkat isu wanita seperti emansipasi dan pemberdayaan perempuan.

Margot Robbie sendiri mengatakan bahwa proses syuting nya juga terasa bereda saat set lebih didominasi pemeran perempuan. Ia bersama dengan aktris lainnya pun lebih cepat membuat ikatan yang dalam. Ikatan itu didapatkan lewat pelatihan fisik yang mereka lakukan bersama. Pelatihan yang dilakukan itu demi aksi ciamik yang mana tak kalah ganasnya dari film laga yang didominasi oleeh aktor laki-laki.

“Set lebih istimewa, itu unik karena tidak sering terjadi saat saya bekerja dengan begitu banyak aktris lainnya. Saya pikir kami memiliki pemahaman bawaan soal pengalaman wanita di industry ini ya,” tuturnya lagi.

Tak Butuh Joker di Birds of Prey

Ia juga memaparkan bahwa dalam film ini ia tidak membutuhkan sosok Joker pasca diceritakan putus dari kekasihnya itu. Menurutnya, sang mantan kekasih sengaja dibuat oleh sang sutradara absen dari Birds of Prey supaya tidak mengurangi cerita Harley Quinn sendiri. “Ia hanya akan sepenuhnya menjadi cerita tentang Harley dan Joker atau Joker harus dikeluarkan,” ungkapnya lagi.

“Saya sangat ingin melihat Harley memiliki girl gang dan sepertinya ada jurang besar di pasar untuk film aksi geng cewek-cewek,” imbuhnya beberappa waktu lalu.

Ia menambahkan, “Rasanya tidak ada yang mau melakukannya dan tak mengerti kenapa, terutama dalam komik.”

Girl gang yang disebutnya dalam Birds of Prey terdiri dari Huntress (Mary Elizabeth Winstead), Renee Montoya (Rosie Perez), Black Canary (Jurnee Smpllett-Bell) dan Cassandra Cain (Ella Jay Basco).

Birds of Prey sudah tayang perdana sejak Rabu (29/1) kemarin di London. Namun film ini serentak ditayangkan di seluruh dunia pada tanggal 1 Februari 2020. 

BOX OFFICE, FILM, HOLLYWOOD, MARVEL

Arti Keluarga dalam Trailer Terbaru Black Widow

Marvel Entertainment pasalnya baru saja merilis terbaru untuk film solo Black Widow, Black Widow. Trailer itu pertama kali tayang di Super Bowl ke-54 pada hari Minggu (2/2) waktu setempat. Video dengan durasi 30 detik itu dibuka oleh Natasha Romanoff (Scarlet Johansson) yang datang dengan balutan kostum Black Widow di tengah peperangan.

Adegan demi adegan kemudian berganti dengan sangat cepat, dan menampilkan juga Florence Pugh yang berperan sebagai Yelena Belova, kemudian ada juga Rachel Weisz sebagai Melina Vostokoff dan David Harbour sebagai Alexei Shostakov atau yang dikenal sebagai Red Guardian. “Kau tak tahu segalanya tentang aku,” kata Natasha Romanoff sebagai narasinya.

Arti Keluarga di Black Widow

“The Avengers bukan keluarga pertama saya,” ungkapnya di adegan lainnya.

“Di titik tertentu, kita semua harus memilih antara menuruti keinginan dunia tentang kamu dan siapa dirimu sendiri,” ucapnya sebagai narasi penutup trailer tersebut.

Marvel Entertainment pun terlihat berusaha untuk membuka sisi lain dari Natasha Romanoff dalam trailer terbaru Black Widow ini. Kata ‘family’ yang artinya keluarga, seolah memegang kunci penting. Sampai dengan saat ini belum terungkap siapa yang bakal memerankan musuh Black Widow, yaitu Taskamasker. Namun mengutip dari CNN Indonesia, diketahui aktor O-T Fagbenlem dan William Hurt akan bergabung dalam proyek yang mana disutradarai oleh Cate Shortland itu.

Black Widow sendiri pertama kalinya muncul dalam film Iron Man (2010), kemudian ia beruntun tampil di The Avengers, Captain America: The Winter Soldier, Avengers: Age of Ultron, Captain America: Civil War, Avengers: Infinity War, dan ia diceritakan tewas dalam film terakhir Avengers, Avengers: Endgame.

Marvel Akan Rilis Seri Komik Black Widow Baru

Marvel Entertainment juga akan merilis seri komik Black Widow baru menjelang perilisan film yang dibintangi oleh Scarlett Johansson itu. Dilaporkan dari CNN Indonesia, komik ini rencananya akan rilis sebulan lebih awal dari film yang akan tayang Mei 2020 ini. Komik itu ditulis oleh Kelly Thompson. Illustratornya sendiri adalah Elena Casagrande.

Isi komiknya akan melihat berbagai musuh Black Widow yang mana kembali mengancam mantan mata-mata siper dengan sesuatu yang diklaim “bahkan lebih kuat dari kematian totobet.” Garis cerita ini dirasa bakal lebih masuk akal mengingat Natasha Romanoff sudah tewas terbunuh dalam kisah Secret Empire 2017 yang mana setahun kemudian di miniserinya Tales of Suspense.

Sejak kebangkitan itu, kemudian karakter iytu hadir dalam 2 miniseri yang terpisah dan keduanya lalu diterbitkan tahun lalu yaitu: Black Widow dan Web of Black Widow. Kedua miniseri itu sekaligus jadi yang terakhir dari seri sejarah kisah awal Natasha sebagai mata-mata.

Seri komik teranyar ini bakal jadi kali pertamanya karakter itu membintangi seri terbuka sejak tahun 2016. Proyek terbaru ini pasalnya juga bakal jadi seri buku komik keempat dengan judul Black Widow dalam 10 tahun terakhir.

“Natasha telah bertarung dengan begitu banyak penjahat selama bertahun-tahun lamanya, namun ia tidak pernah memiliki penjahat yang pasti dalam hidupnya. Namun sekarang kita membawa masa lalunya kembali untuk menghantuinya, untuk berbicara dengan Red Guardian,” ujar CB Cebulski yang bertindak sebagai pimpinan Marvel Entertainment.

“Apa yang dilakukan Kelly Thompson, menyatukan semua elemen menakjubkan dari masa lalu Black Widow untuk membawanya di masa depan, menjadikannya komik yang mesti dibaca di tahun 2020.”

Film Black Widow sendiri rencananya akan tayang di Amerika Serikat pada tanggal 1 Mei 2020.

BIOSKOP, BOX MOVIE, BOX OFFICE, FILM, HOLLYWOOD, TRAILER

Sudah Nonton Star Wars: The Rise of Skywalker? Ini Dia Ulasannya

Bagi anda yang sudah menonton Star Wars: The Rise of Skywalkerdi bioskop-bioskop kesayangan anda, sebaiknya anda ikut membaca review atau ulasannya di bawah ini. Siapa tahu, apa yang anda rasanya sama dengan apa yang ditulis di bawah ini. Namun kalau anda belum menontonnya, siapkan lah diri anda karena akan ada spoiler di bawah ini.

Star Wars: The Rise of SkywalkerMiliki Cerita yang Terkesan dipaksakan

sejak awal film, bisa dikatakan gaya bercerita film Star Wars: The Rise of Skywalkerini sangat berbeda dengan dua trilogy yang sebelumnya. Kemungkinan ini disebabkan karena pengaruh dari Lucasfilm yang mana sudah diakusisi oleh The Walt Disney Company.

Cerita film Star Wars yang sedianya sangat rumit di dalam trilogy ketiganya ini dibuat menjadi lebih sederhana. Tidak Cuma itu, dalam film ini, anda juga akan menemukan banyak unsur komedi. Tak Cuma itu, cerita trilogy ketiga dari Star Wards ini kok rasanya jadi agak dipaksakan.

Kedua hal itu lah yang sudah terasa sebenarnya dari film Star Wars: The Force Awakens (2015). Akan tetapi film itu masih bisa ditoleransi karena cerita yang terkesan dipaksakan masih Cuma sedikit saja. Begitu juga dengan film Star Wars: The Last Jedi (2017).

Namun kabar terburuknya adalah Star Wars: The Rise of Skywalker(2019) ini sudah tak bisa lagi ditoleransi. Kurang lebih ada 80% cerita yang sangat memaksakan dan terkesan sangat dibuat-buat.bisa dikatakan cerita yang dibuat-buat namun tak bisa menyatu dengan cerita filmnya itu seperti tempelan yang tak bisa menyatu dengan semesta Star Wars. Seakan film ini hanya dibuat untuk meraup untung saja.

Cerita yang paling terasa seperti dipaksakan adalah tentang asal-usul Rey yang diperankan oleh Daisy Ridley. Di dalam film ini, tibaa-tiba saja dijelaskan bahwa orang tua Rey ini adalah anak dari Emperor Palpatine, sith yang amat sangat kuat dan jahat. Dengan demikian, otomatis Rey adalah cucu Palpatine.

Karakter Palpatine sendiri pasalnya sudah muncul di dalam 2 trilogy Star Wars sebelumnya. Dirinya diceritakan mati dalam Star Wars: A New Hope (1977) setelah dibunuh Dart Vader. Lalu seketika di dalam film ini ia bangkit lagi dari kematian. Bagaimana tidak terkesan dipaksakan? Palpatine tak perlu dihidupkan kemba,I untuk bisa memberitahu bahwa ia adalah kakek Rey.

Penulis naskah Star Wars: The Rise of Skywalkerini, Chris Terrio dan J.J Abrams, dapat saja menceritakan hal tersebut dengan cara yang jauh lebih elegan dan masuk akal. Bukan Cuma dengan cara instan dan juga murahan seperti ini.

Banyak dialog yang Tak Penting

Film ini kemudian makin membuat kesal saat di pengantar cerita di awal film Star Wars, secara tak langsung menyebutkan bahwa Palpatine hidup lagi. Dengan membaca pengantar tersebut, akhir cerita Star Wars: The Rise of Skywalkerini sudah bisa diprediksi.

Dalam Star Wars: The Rise of Skywalkerjuga banyak dialog yang tak penting. Satu contoh kecilnya saja, saat Finn (John Boyega) tengah berbicara dengan salah satu karakter yang mana membantunya menolong Rey. Mereka berdua membahas masa lalu saat masih mengabdikan diri pada First Order.

Tampaknya dialog itu dibauat supaya mereka terlihat heroic saat perang bersama untuk melawan First Order. Akan tetapi akhirnya perannya dalam peran juga tidak sebegitunya heroic.

BOX MOVIE, BOX OFFICE, FILM, HOLLYWOOD, TRAILER

Rekomendasi Film Pekan Ini

Selain sibuk merayakan momen Natal, anda juga bisa datang ke bioskop dengan keluarga atau teman-teman anda untuk menyaksikan beberapa film seru dan menarik. Sejumlah film local dan juga Hollywood sudah siap menemani akhir pekan anda di minggu keempat Desember 2019 ini. Salah satunya adalah Star Wars: The Rise of Skywalker yang jadi akhir saganya sejak tahun 1977 silam.

Sedangkan dua film local yang sedang naik di layar lebar adalah film aktor Reza Rahadian Imperfect dan juga Habibie dan Ainun 3. Berikut ini beberapa rekomendasi film yang bisa mengisi akhir pekan anda atau liburan anda dengan teman-teman dan keluarga.

Star Wars: The Rise of Skywalker

Secara garis besar, film ini masih melanjutkan cerita dalam film sebelumnya, Star Wars: The Last Jedi (2017). Resistance masih berperang dengan First Order namun kondisinya dari Resistance sekarang kali ini sangat amat rentan pasca markas mereka hancur. Sekarang First Order dipimpin oleh Kylo Ren (Adam Driver) setelah ia membunuh Supreme Leader Snoke (Andy Serkis). Dirinya sangat berambisi membuat First Order jadi sangat kuat sehingga bernasfu menyerang Resistance. Film dengan rating REMAJA ini bisa anda saksikan di seluruh jaringan bioskop Indonesia.

Knives Out

Film Knives Out ini juga jadi film misteri pembunuhan terbaru yang sangat popular akhir-akhir ini. Film yang dibintangi oleh Chris Evans dan Daniel Craig ini bermula saat penulis novel kaya raya, Harlan Thrombey, mengundang seluruh anggota keluarganya untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-85. Namun di pagi harinya, ia malah ditemukan tewas. Kemudian seorang detektif datang untuk melalukan investigasi. Ia menganggap bahwa seluruh anggota keluarga sang penulis novel memiliki alasan yang sama untuk membunuh Harlan yaitu kekayaan. Anda bisa menyaksikan film dengan rating DEWASA ini di bioskop XXI dan Cinepolis.

Habibie dan Ainun 3

Film yang masih dibintangi oleh Reza Rahadia ini kembali dengan sosok Ainun remaja yang diperankan oleh Maudy Ayunda. Ainun dalam film ini diceritakan masih menjadi siswi dan ia menjadi pujaan siswa sekolahnya termasuk juga Habibie. Ainun dan Habibie mulai dekat lewat tali pertemanan. Pesona Ainun membuat dirinya tetap menjadi idola saat menjadi mahasiswi kedokteran. Kemudian ia menarik perhatian Ahmad, seorang siswa tampan yang berasal dari keluarga yang terpandang. Film Habibie dan Ainun 3 ini masih menggandeng Reza Rahadian sebagai Habibie, kemudian Maudy Ayunda sebagai Ainun dan Jefri Nichol. Anda bisa menyaksikan film kategori REMAJA ini di seluruh jaringan bioskop Indonesia.

Imperfect

Film ini bercerita tentang kehidupan Rara yang lahir dengan gen gemuk dan berkulit sawo matang. Hal itu lah yang emmbuat dirinya mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari lingkungan sekitarnya. Akan tetapi Rara memiliki kekasah yang amat mencintainya. Sampai suatu hari bosnya mengharuskannya mengubah penampilannya demi jabatan barunya di kantor. Anda bisa menyaksikan film kategori REMAJA yang dibintangi Reza Rahadian, Jessica Mila dan Dion Wiyoko ini di seluruh jaringan bioskop.

Last Christmas Terakhir, ada film Last Christmas yang menjadi salah satu film romansa komedi bernuansa Natal menjelang akhir tahun ini. Film yang mana dibintangi oleh Emilia Clarke dan Henry Golding ini bercerita tentang perubahan jalan hidup Kate, pekerja di toko Natal yang sebenarnya ingin jadi penyanyi. Anda bisa menyaksikan film kategori REMAJA ini di seluruh jaringan bioskop Indonesia.