Find Free Music

Ulasan Film Dan Verita Viral Masa Kini

Browsing Category: BIOSKOP

BIOSKOP

Bangkitnya Film Korea Bakal Sambut Musim Panas Setelah Wabah Corona

Industri perfilman Korea Selatan pasarnya mulai kembali hidup setelah sempat mati suri karena wabah virus Corona dalam beberapa bulan terakhir ini yang mana tak hanya melanda Korea Selatan namun juga seluruh dunia. Sejumlah film lokal pasalnya mulai bersiap untuk menyambut musim panas di sana. Salah satunya adalah film Intruder sebuah film terbaru Song Ji-hyo yang bersama dengan Kim Moo-yeol yang mana seharusnya tayang pada bulan Maret 2020 lalu.

 

Siap Bangkitkan Film Lokal Lagi Setelah Pandemi

Akan tetapi pandemic virus Corona ini membuat film tersebut berulang kali tunda penayangannya sampai akhirnya distributor menghubungkan tulang tersebut bakal dirilis pada 4 Juni 2020 esok. Keputusan tersebut pasalnya dia ambil setelah kurva penyebaran virus Corona di Korea Selatan dikatakan stabil dan melambat.

 

Selain film Intruder, ada juga film berjudul Innocence, Ma film lokal yang akan meramaikan bioskop Korea setelah  pandemi ini. Film yang dibintangi oleh Shin Hye-sun dan Bae Jong-ok ini awalnya dijadwalkan tayang pada bulan Februari 2020 kemarin. Film tersebut pasalnya juga turut tunda penayangannya beberapa kali karena aturan jaga jarak yang telah ditetapkan oleh pemerintah setempat dan juga kemunculan Cluster baru di kawasan klub malam Itaewon beberapa waktu yang lalu.

 

Sebelumnya, di konferensi pers juga jadi salah satu hal yang tak bisa dilakukan oleh distributor dan juga para bintang film lokal dan juga Hollywood karena wabah virus Corona ini. Akan tetapi hal tersebut sudah mulai dilakukan kembali dalam satu pekan terakhir ini.  salah satunya ialah aktor Jung Jin-young yang mana menggelar sebuah konferensi pers menjelang perilisan film bandar togel sgp perdananya sebagai sutradara sekaligus juga penulis naskah, Me and Me, tepatnya pada hari Kamis (28/5). Film misteri yang mana dibintangi oleh Cho Jin-woong (Signal) dijadwalkan tayang pada tanggal 18 Juni 2020.

 

Film yang dibintangi oleh Park Shin-hye dan Yoo Ah-in pun akhirnya menggelar konferensi pers untuk mempromosikannya. Film tersebut berjudul #Alive. yang bertema Zombie dan diadaptasi dari film Horor Amerika Serikat yaitu Alone, dapat disaksikan oleh warga Korea Selatan mulai tanggal 24 Juni 2020.

 

Bioskop Wajib Jalankan Protokol Kesehatan dan Keselamatan

Dilansir dari CNN Indonesia, penentuan jadwal tayang film itu diumumkan beberapa pekan setelah dewan perfilman Korea (KOFIC), menerbitkan sebuah aturan dan juga standar keamanan bagi karyawan dan juga pengunjung bioskop. Pada tanggal 13 Mei 2020  yang lalu, organisasi pemerintah tersebut juga meminta semua pengunjung tetap mengikuti aturan menjaga jarak dan juga penggunaan masker dengan cara yang benar selama mereka berada di bioskop dan juga di dalam Studio. Bahkan penonton juga dilarang untuk mengobrol satu dengan lainnya dan juga makan di dalam Studio.

 

Pengaturan jaga jarak aman tersebut untuk tempat duduk penonton dan juga pembersihan menyeluruh pada studio sebelum dan sesudah pemutaran film wajib untuk dilakukan seluruh jaringan bioskop di Korea Selatan.Perfilm-an termasuk juga bioskop jadi sektor industri yang memang paling terdampak wabah virus Corona ini di Korea Selatan. Tidak cuma penayangan film komersial saja baik lokal dan juga film Hollywood di Korea Selatan sejak akhir Februari 2020 yang lalu.

 

Saat itu, Korea Selatan jadi salah satu negara yang paling terdampak bahkan sempat menempati Posisi kedua negara dengan kasus terbanyak setelah Cina yang menjadi negara awal dan juga pusat virus Corona. hal tersebut akhirnya membuat jumlah penonton bioskop dalam beberapa bulan terakhir berada dibawah satu juta dan menjadi yang terendah sejak Dewan Perfilman Korea Mulai mengumpulkan data pada tahun 2004 Silam. Padahal seperti yang kita ketahui bersama bahwa Korea Selatan selama ini menjadi salah satu  pasar film terbesar di dunia.

BIOSKOP

New Normal Korsel: Ini Lah Aturan-Aturan Nonton di Bioskop

Bioskop Korea Selatan mulai beroperasi kembali dalam beberapa hari terakhir ini. namun mereka memberikan beberapa aturan dan juga sistem yang diberlakukan demi terus menekan penyebaran virus Corona dan salah satunya adalah teknologi untuk memastikan penonton tetap menggunakan masker saat menonton.

 

Beberapa Aturan Saat Nonton Bioskop di Korsel Saat Era New Normal

 

Jaringan bioskop paling besar di Korea Selatan yaitu CGV pasalnya menggunakan teknologi kamera Smart Pass yang mana secara otomatis dapat memeriksa suhu tubuh dan juga penggunaan masker para pengunjungnya. sistem teknologi tersebut sudah diberlakukan pada 115 buah bioskop yang mana tersebar di Korea Selatan Sejak hari Jumat (29/5) Pekan lalu.

 

Teknologi Smart Pass tersebut dapat mengetahui pengunjung menggunakan masker dengan benar atau tidak dan teknologi tersebut bakal bereaksi saat seseorang tak menggunakan masker dengan benar ataupun tidak sepenuhnya menutupi bagian hidungnya. Smart Pass pun bisa menghalau para pengunjung yang masuk bioskop ataupun studio jika belum menggunakan masker secara benar dan tidak cuma itu saja Bahkan sistem teknologi tersebut juga tak akan mengijinkan pengunjung yang masuk jika memiliki suhu 37,5 derajat setelah beberapa kali dilakukan pengecekan.

 

dan yang lebih menarik lagi adalah sistem tersebut juga akan secara otomatis mengembalikan uang pembelian tiket pada orang-orang yang tak bisa masuk ke bioskop karena mereka bersuhu tubuh 37, 5 derajat, tak mengenakan masker saat menonton film dan yang lainnya.

 

Melansir dari CNN Indonesia, dilaporkan bahwa jaringan bioskop yang ada di Korea Selatan sudah bekerja sama dan juga mengembangkan sistem teknologi tersebut sejak April 2020. Hal tersebut bersamaan dengan pengumuman pemerintah setempat tentang skema karantina Mandiri dalam kehidupan sehari-hari menghadapi new normal.

 

Memang wabah virus Corona ini membuat industri perfilman Korea Selatan terpuruk.  jumlah penonton dalam beberapa bulan terakhir ini saja turun sampai dengan dibawah satu juta. angka ini pasalnya yang terendah sejak dewan perfilman Korea Mulai mengumpulkan data pada tahun 2004.  industri perfilman termasuk juga bioskop Korea berusaha untuk bangkit lagi saat kurva penyebaran virus Corona di sana mulai melambat dan juga presiden Moon Jae-in melonggarkan aturan jaga jarak.

 

Industri Perfilman Korea Mulai Bangkit Lagi Usai Pelonggaran Social Distancing

Dewan perwakilan Korea (KOFIC) pasalnya menerbitkan aturan menjelang pembukaan kembali bioskop di sana. selain pengecekan suhu dan juga penggunaan masker, para pengunjung bioskop juga dilarang untuk berbincang-bincang saat Mereka menonton. Jun Byung-yool, yang menjadi salah satu anggota KOFIC, berkata bahwa tingkat penyebaran virus dapat ditekan jika penonton tak membuka Master bahkan untuk mengobrol dan juga makan dan juga berkomunikasi dengan pengunjung yang lainnya.

 

Sedangkan pihak bioskop sendiri juga diwajibkan untuk mengatur tempat duduk di bioskop sehingga penonton satu dengan yang lainnya tetap dalam jarak aman. Studio juga diwajibkan untuk selalu dibersihkan dan juga disemprot disinfektan dan juga setelah penayangan film pun harus tetap dibersihkan lagi dan disemprot disinfektan. Karyawan bioskop bandar toto togel online pun wajib mematuhi aturan karantina seperti misalnya langsung mengambil cuti saat merasa demam, batuk, dan juga menunjukkan gejala-gejala virus Corona. Mereka juga harus sering-sering mencuci tangan.

 

Tidak cuma itu, pemeran pemerintah menyiapkan sebanyak dana sebesar 17 miliar Won atau jika dirupiahkan sebesar Rp. 206,4 miliar untuk menyelamatkan industri perfilman Korea. Bahkan dana tersebut juga diberikan untuk memberikan potongan harga tiket sehingga menarik perhatian para pengunjung supaya mau untuk menonton film lagi di bioskop.

 

BIOSKOP, BOX MOVIE, BOX OFFICE, HOLLYWOOD

Blak-Blakan Soal Birds of Prey, Margot Robbie Jatuh Cinta Pada Harley Quinn

Margot Robbie akhirnya blak-blakan tentang karakter yang diperankannya dalam film solo Harley Quinn, Birds of Prey. Dalam film itu, ia tidak Cuma jadi pemeran utama juga, namun juga berpartisipasi dalam proses produksinya.

Curhat Blak-Blakan Margot Robbie

Alasan mengapa ia mau mengambil peran sebagai Harley Quinn sembari terlibat dalam proses produksinya adalah karena ia langsung jatuh hati setelah memerankan Harley Quinn untuk pertama kalinya dalam film Suicide Squad (2016). Menurut dirinya, banyak hal yang masih bisa dieksplorasi dari karakter Harley Quinn ini. “Dalam film ini (Birds of Prey) kalian akan melihat sisi Harley Quinn yang sangat amat berbeda,” ungkapnya dilansir dari CNN Indonesia.

“Jauh lebih rentan yang membuatnya bertingkah tak menentu dan gila,” imbuhnya lagi.

Menurutnya, Harley Quinn juga akan menunjukkan cara saat ia harus bertanggung jawab untuk anak kecil dan juga banyak hal yang lainnya. Sehingga karakter itu akan sangat menyenangkan untuk disaksikan. Film Birds of Prey ini sendiri bakal diawali dengan rasa patah hati Harley Qiunn setelah berpisah dengan penjahat Gotham, Joker, atau yang disapa Mr. J. Harley Quinn yang mencoba pulih dari masalahnya.

Perjuangan dan juga kerentanan yang sama juga dirasakannya dengan empat wanita lainnya juga ditampilkan di sini. Sutradara film ini, Catchy Yan mengatakan bahwa ia ingin menunjukkan pemberdayaan dan kekuatan perempuan lewat film Birds of Prey ini. Dilansir dari CNN Indonesia, hal itu membawa sensasi baru bagi dunia DC Comics yang pada umumnya sekarang ini lebih banyak didominasi oleh pria.

Hal itu membuat Cathy Yan menjadi sutradara perempuan Asia pertama yang berhasil menyutradarai film DC atau superhero AS apa pun dengan tema yang mengangkat isu wanita seperti emansipasi dan pemberdayaan perempuan.

Margot Robbie sendiri mengatakan bahwa proses syuting nya juga terasa bereda saat set lebih didominasi pemeran perempuan. Ia bersama dengan aktris lainnya pun lebih cepat membuat ikatan yang dalam. Ikatan itu didapatkan lewat pelatihan fisik yang mereka lakukan bersama. Pelatihan yang dilakukan itu demi aksi ciamik yang mana tak kalah ganasnya dari film laga yang didominasi oleeh aktor laki-laki.

“Set lebih istimewa, itu unik karena tidak sering terjadi saat saya bekerja dengan begitu banyak aktris lainnya. Saya pikir kami memiliki pemahaman bawaan soal pengalaman wanita di industry ini ya,” tuturnya lagi.

Tak Butuh Joker di Birds of Prey

Ia juga memaparkan bahwa dalam film ini ia tidak membutuhkan sosok Joker pasca diceritakan putus dari kekasihnya itu. Menurutnya, sang mantan kekasih sengaja dibuat oleh sang sutradara absen dari Birds of Prey supaya tidak mengurangi cerita Harley Quinn sendiri. “Ia hanya akan sepenuhnya menjadi cerita tentang Harley dan Joker atau Joker harus dikeluarkan,” ungkapnya lagi.

“Saya sangat ingin melihat Harley memiliki girl gang dan sepertinya ada jurang besar di pasar untuk film aksi geng cewek-cewek,” imbuhnya beberappa waktu lalu.

Ia menambahkan, “Rasanya tidak ada yang mau melakukannya dan tak mengerti kenapa, terutama dalam komik.”

Girl gang yang disebutnya dalam Birds of Prey terdiri dari Huntress (Mary Elizabeth Winstead), Renee Montoya (Rosie Perez), Black Canary (Jurnee Smpllett-Bell) dan Cassandra Cain (Ella Jay Basco).

Birds of Prey sudah tayang perdana sejak Rabu (29/1) kemarin di London. Namun film ini serentak ditayangkan di seluruh dunia pada tanggal 1 Februari 2020. 

BIOSKOP

Film Superhero Sri Asih Tayang Tahun Ini

Bagi Anda para fans film superhero, pastinya sudah menyaksikan film Gundala yang tayang di tahun lalu. Di akhir film tersebut terlihat penampakan Sri Asih, tokoh superhero wanita tanah air yang diperankan oleh Pevita Pearce. Konon di tahun 2020 ini akan dirilis film solo Sri Asih oleh jagat sinema BumiLangit. Nah, sambil menunggu kehadiran film yang dibintangi aktris sekaligus model cantik tersebut, mari berkenalan dulu dengan superhero yang satu ini.

Sekilas tentang film Sri Asih

Beberapa waktu yang lalu terungkap bahwa Upi Avianto telah didapuk untuk merancang scenario film ini. Meski demikian Upi yang terang-terangan mengaku bahwa dirinya anti-hero tetap menerima tawaran tersebut walaupun merasa kesulitan. Hal ini pernah terungkap pada curhatnya di Instastory akun pribadinya tentang betapa sulitnya script yang dikerjakannya kali ini.

Sementara Pevita walaupun terlihat santai tetap tak dapat berleha-leha dalam melatih fisiknya.Untuk mengoptimalkan peran sebagai superhero wanita tersebut, Pevita belajar langsung kepada actor laga, pesilat professional sekaligus koreografer Iko Uwais.Dari Team Iko Uwais sendiri pernah menyebutkan bahwa Pevita telah berbulan-bulan menjalani latihan keras.

Tanpa ragu Iko menjanjikan kepada pemirsa bahwa Sri Asih nantinya akan tampil luar biasa. Pada filmnya nanti konon akan ada adegan dimana dirinya tengah membantu Sancaka menghadapi musuh-musuhnya. Nah, bagaimana?Apakah Anda semakin tak sabar menunggu kehadiran superhero ini?

Fakta-fakta tentang Sri Asih

Di balik sosok superheronya, Sri Asih adalah wanita bernama Nani Wijaya yang berkarier pada Biro Investigasi Kriminal. Kekuatannya yang setara dengan 250 pria diperoleh dari Dewi Sri yang merupakan inkarnasinya. Selain itu inilah fakta-fakta tentang superhero cantik yang terinspirasi dari Wonder Woman ini.

  • Karya pertama R.A Kosasih

Siapa sangka komik ini merupakan karya perdana Bapak Komik Indonesia, R.A Kosasih dan diterbitkan di tahun 1954 oleh Penerbit Melodie, Bandung.

  • Gadis pemalu

Pada komiknya, Nani Wijaya yang tinggi badannya 172 cm digambarkan sebagai wanita berkarakter lugu dan pemalu.Inilah sebabnya teman-teman sekantornya sering meremehkan dia. Siapa sangka hal ini untuk menutupi jati diri togel yang sebenarnya sebagai superhero. Dengan mantra sakti “Dewi Asih”, Nani akan segera berubah wujud menjadi pahlawan super.

  • Triwikrama

Sri Asih memiliki kekuatan Triwikrama sebagaimana Dewa Wisnu yang membuatnya dapat memperbesar serta menggandakan tubuhnya.Selain itu Sri Asih juga bisa terbang.

  • Kostum khas nusantara

Walaupun terinspirasi dari superhero wanita luar negeri, ternyata penampilan Sri Asih sangat Indonesia.Kostum superheronya berupa kemben plus kain batik, tak lupa mahkota seperti putri-putri di pewayangan, dan sehelai selendang sakti.

  • Serigala Hitam

Di antara berbagai karakter villain yang dihadapinya, satu musuh Sri Asih yang demikian kuat adalah Serigala Hitam.Keduanya saling memburu untuk mengalahkan.Selain itu Sri Asih juga kerap direpotkan oleh serbuan gerombolan kawa-kawa.

  • Berpetualang di berbagai negara

Pada komik aslinya petualangan Sri Asih tidak hanya terbatas di Indonesia tetapi juga ke beberapa negara tetangga.Ini misalnya Singapura dan Macau.

  • Superhero wanita pertama di Madjalah Komik

Karakter Sri Asih juga menjadi superhero wanita pertama yang ditampilkan pada Madjalan Komik terbitan 1 Januari 1954.

  • Sudah pernah difilmkan

Masih pada tahun yang sama, kisah superhero ini difilmkan dengan pemain aktris cantik Mimi Mariani sebagai Sri Asih dan Turino Djunaedy. Film tersebut masih dalam format hitam putih.

Nah, siap menantikan kedatangan Sri Asih di tahun ini?

BIOSKOP, BOX MOVIE, BOX OFFICE, FILM, HOLLYWOOD, TRAILER

Sudah Nonton Star Wars: The Rise of Skywalker? Ini Dia Ulasannya

Bagi anda yang sudah menonton Star Wars: The Rise of Skywalkerdi bioskop-bioskop kesayangan anda, sebaiknya anda ikut membaca review atau ulasannya di bawah ini. Siapa tahu, apa yang anda rasanya sama dengan apa yang ditulis di bawah ini. Namun kalau anda belum menontonnya, siapkan lah diri anda karena akan ada spoiler di bawah ini.

Star Wars: The Rise of SkywalkerMiliki Cerita yang Terkesan dipaksakan

sejak awal film, bisa dikatakan gaya bercerita film Star Wars: The Rise of Skywalkerini sangat berbeda dengan dua trilogy yang sebelumnya. Kemungkinan ini disebabkan karena pengaruh dari Lucasfilm yang mana sudah diakusisi oleh The Walt Disney Company.

Cerita film Star Wars yang sedianya sangat rumit di dalam trilogy ketiganya ini dibuat menjadi lebih sederhana. Tidak Cuma itu, dalam film ini, anda juga akan menemukan banyak unsur komedi. Tak Cuma itu, cerita trilogy ketiga dari Star Wards ini kok rasanya jadi agak dipaksakan.

Kedua hal itu lah yang sudah terasa sebenarnya dari film Star Wars: The Force Awakens (2015). Akan tetapi film itu masih bisa ditoleransi karena cerita yang terkesan dipaksakan masih Cuma sedikit saja. Begitu juga dengan film Star Wars: The Last Jedi (2017).

Namun kabar terburuknya adalah Star Wars: The Rise of Skywalker(2019) ini sudah tak bisa lagi ditoleransi. Kurang lebih ada 80% cerita yang sangat memaksakan dan terkesan sangat dibuat-buat.bisa dikatakan cerita yang dibuat-buat namun tak bisa menyatu dengan cerita filmnya itu seperti tempelan yang tak bisa menyatu dengan semesta Star Wars. Seakan film ini hanya dibuat untuk meraup untung saja.

Cerita yang paling terasa seperti dipaksakan adalah tentang asal-usul Rey yang diperankan oleh Daisy Ridley. Di dalam film ini, tibaa-tiba saja dijelaskan bahwa orang tua Rey ini adalah anak dari Emperor Palpatine, sith yang amat sangat kuat dan jahat. Dengan demikian, otomatis Rey adalah cucu Palpatine.

Karakter Palpatine sendiri pasalnya sudah muncul di dalam 2 trilogy Star Wars sebelumnya. Dirinya diceritakan mati dalam Star Wars: A New Hope (1977) setelah dibunuh Dart Vader. Lalu seketika di dalam film ini ia bangkit lagi dari kematian. Bagaimana tidak terkesan dipaksakan? Palpatine tak perlu dihidupkan kemba,I untuk bisa memberitahu bahwa ia adalah kakek Rey.

Penulis naskah Star Wars: The Rise of Skywalkerini, Chris Terrio dan J.J Abrams, dapat saja menceritakan hal tersebut dengan cara yang jauh lebih elegan dan masuk akal. Bukan Cuma dengan cara instan dan juga murahan seperti ini.

Banyak dialog yang Tak Penting

Film ini kemudian makin membuat kesal saat di pengantar cerita di awal film Star Wars, secara tak langsung menyebutkan bahwa Palpatine hidup lagi. Dengan membaca pengantar tersebut, akhir cerita Star Wars: The Rise of Skywalkerini sudah bisa diprediksi.

Dalam Star Wars: The Rise of Skywalkerjuga banyak dialog yang tak penting. Satu contoh kecilnya saja, saat Finn (John Boyega) tengah berbicara dengan salah satu karakter yang mana membantunya menolong Rey. Mereka berdua membahas masa lalu saat masih mengabdikan diri pada First Order.

Tampaknya dialog itu dibauat supaya mereka terlihat heroic saat perang bersama untuk melawan First Order. Akan tetapi akhirnya perannya dalam peran juga tidak sebegitunya heroic.