Month: March 2018

Diperkirakan industry kelapa sawit akan dibayangi dengan kelebihan pasokan yang mereka punya, seiring dengan semakin meningkatnya produksi dari minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil/CPO yang ada di Indonesia atau juga yang ada di Malaysia khususnya tahun ini. kondisi itu diperkirakan bakal mendorong penurunan harga dari CPI sekitar 7% pada tahun ini menjadi kurang lebih US $676 per ton.

Strategi Replanting Mempengaruhi

Dan analisis dari LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), Ahmad Subhan menjelaskan bahwa peningkatan produksi diperkirakan bakal terjadi pada tahun ini seiring dengan strategi penanaman kembali atau replanting kelapa sawit yang mana diterapkan di Malaysia dan Indonesia. Target replanting, secara agregat yang bakal dilakukan Indonesia dalam 5 tahun ke depan ini bakal meningkatkan produksi sampai dengan 2 kali lipat dari kondisi sekarang ini yang mana mencapai 210.000 ha.

Menurutnya, strategi replanting, juga dijalankan oleh negara tetangga kita, Malaysia, yang mana secara agregat bakal meningkatkan supply CPO untuk tahun 2018. “Kondisi oversupply membebani kinerja dari pasar CPO di tahun ini. dan dari segi harga, dampaknya sendiri bisa menekan harga turun kira-kira 7% dari tahun lalu,” ungkap Subhan yang ada di Laporan Analisis Stabilitas Sistem Perbankan LPS, dikutip dari CNN Indonesia hari Senin (26/2) ini.

Ia menambahkan, Harga CPO, diproyeksikan bakal bergerak menjadi kurang lebih 2.620 ringgit Malaysia atau kurang lebih US $676,3 per ton di tahun ini yang artinya lebih rendah apabila dibandingkan dengan tahun yang sebelumnya yang besarnya mencapai 2.807 ringgit Malaysia.

Survey produk yang mana dirilis oleh CNN Indonesia yang mengutip Reuters, mengungkapkan bahwa produksi CPO Indonesia diperkirakan bakal meningkat menjadi kira-kira 37,8 juta ton. Sedangkan Malaysia sendiri diperkirakan akan meningkat sebesar 20,5 juta ton. Dan berdasarkan data dari Dewan Kelapa Sawit Malaysia atau MPOB, produksi dari CPO Malaysia di tahun 2017 menghasilkan 19.9 juta ton, sementara Asosiasi Minyak Sawit Indonesia memperkirakan produksi tahun yang lalu mencapai sebesar 36.5 juta ton.

Sepanjang tahun lalu, harga dari CPO mengalami kemerosotan yakni sekitar 21% di mana stok yang lebih tinggi di Malaysia di tengah melemahnya permintaan Judi Togel Online yang mana sudah menekan harga. Namun demikian, kinerja industry sawit tercatat sudah mulai membaik apabila dibandingkan dengan beberapa tahun silam.

Pertumbuhan rasio kredit mengalami permasalahan (Non Performing Loan/NPL), nominal yang mana cenderung membaik di dalam 3 tahun terakhir ini menjadikannya beberapa bank cukup menaruh keyakinan untuk kembali masuk ke sektor perkebunan.

“Untuk perbankan, dengan membaiknya kinerja sektor perkebunan yang mana ditopag peningkatan ekspor dan juga harga relative CPO yang ada di pasar global, sudah pasti menjadikan sektor ini kembali lagi menjadi salah satu sektor favorit penyaluran kredit,” tukas Subhan.

Subhan juga yakni bahwa dengan meningkatnya pasokan minyak yang ada di industry akan berpengaruh pada beberapa aspek yang lainnya. Dan aspek yang lainnya tersebut juga diprediksi akan mempengaruhi beberapa harga atau ongkos komoditas yang lainnya. Dengan demikian, adanya penurunan harga dan naiknya pasokan minyak ini berimbas baik untuk beberapa pelaku usaha namun juga bisa menjadi kabar buruk bagi pelaku usaha yang lainnya. Sementara ini para analis masih belum menggodok bagaimana bisa kelebihan pasokan ini bisa menjadi hal yang mempengaruhi yang lainnya di industri-industri yang lainnya pula.