Month: February 2018


Pesawat tempur milik Rusia pasalnya mengintensifkan serangan yang ada di kota-kota yang mana dikuasai pemberontak yang ada di Provinsi Idlib, Suriah Utara, pada hari Minggu (4/1).

 

Gempuran itu pasalnya dilancarkan ke Provinsi Idlib, Suriah, satu hari setelah pemberontak menembak jet tempur milik Rusia serta menewaskan pilotnya. Dilansir dari CNN Indonesia, serangan udara pasalnya menghantam kota Kafr Nubl dan juga Maasran juga beberapa kota Saraqeb, Idlib dan juga Maart Al Numan. Sumber pertahanan sipil juga melaporkan bahwa ada sejumlah korban tewas dan juga puluhan luka-luka yang disebabkan oleh serangan itu.

Para penduduk dan juga saksi mengatakan ada sebuah rumah sakit yang ada di Maarat al Numan yang juga terkena serangan udara. Paling tidak di sana ada 5 orang yang tewas dalam serangan yang lainnya di gedung pemukiman yang ada di Kafr Nubl. Video yang direkam oleh tim penyelamat juga memperlihatkan bayi-bayi diselamatkan dari rumah sakit yang rusak karena serangan tersebut. Tim penyelamat juga berusaha untuk memadamkan api.

Serangan Terus dilancarkan

Di kota Idlib sendiri yang merupakan Ibu Kota Provinsi ada seorang saksi mengatakan bahwa sebuah gedung 5 lantai hancur rata dengan tanah dan dalam insiden itu sedikitnya ada 15 orang yang tewas.

Di bulan Desember tahun lalu, tentara Suriah yang bersama dengan milisi yang didukung oleh Iran dan kekuatan udara milik Rusia juga pasalnya melancarkan serangan yang ada di Provinsi Idlib. Wilayah itu juga daerah kekuasaan terakhir oposisi yang sangat padat penduduk.

Kementerian Pertahanan Rusia dan juga pemberontak Suriah mengatakan bahwa pesawat SU-25 Rusia ditembak jatuh di kawasan yang mana pertempuran sengit tengah berlangsung pada hari Sabtu (3/2). Namun Kementerian Pertahanan Rusia membantah bahwa mereka telah membidik warga sipil dalam serangan tersebut. Mereka menegaskan sekali lagi bahwa serangan hanya menyasar pada milisi garis keras yang ada di Suriah.

Serangan udara yang mana dilancarkan pasca jet Rusia ditembak jatuh oleh pemberontak dan akhirnya menewaskan paling tidak 10 orang itu memicu amarah Rusia. Jatuhnya pesawat itu juga menewaskan anak-anak yang ada di Khan al Subi. Jenazah 7 orang anggota keluarga ditemukan di bawah reruntuhan dalam serangan Bandar togel sgp yang ada di Kota Maasran.

“Kami menarik jenazah dari bawah tembok yang runtuh. Rusia balas dendam kepada warga-warga sipil dan banyak juga diantara mereka yang sudah pergi mengungsi dari rumah mereka dari insiden pengeboman sebelumnya,” ucap Ahmad Hilal, salah seorang anggota penyelamat.

Dan juga dilansir dari CNN Indonesia yang mendapatkan laporan dari Xinhua, kantor berita Cina bahwa serangan udara Rusia telah menewaskan paling tidak 30 misil yang ada di Suriah Utara di mana jet milik Rusia ditembak jatuh. “Serangan udara dengan presisi yang sangat tinggi dilancarkan di wilayah yang mana dikuasai oleh kelompok teroris Jabhat al Nusra yang mana menembak jatuh jet Rusia SU-25 dengan memakai sistem rudal anti pesawat portabel yang ada di Provinsi Idlib, Suriah,” ucapnya hari Sabtu (3/2) kemarin.

“Menurut penyadapan radio, lebih dari 30 milisi Jabthan al Nusra telah tewas,” imbuh pernyataan itu. Sebelumnya Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa pilot mereka aman dan selamat dalam insiden pesawat jet yang jatuh itu. Namun kemudian pilot tersebut tewas dalam pertarungan di darat dengan para teroris.

Setiap pemain sepakbola tentu memiliki jalan karir masing-masing.Ada yang berjalan sesuai dengan harapan, ada yang masih terus berjuang untuk berkarir sesuai keinginan.Terkadang, ada juga kesempatan yang diberikan sesuai dengan impiannya selama ini, walaupun kesempatan itu singkat.Ya, Kennedy yang baru saja dipindahkan dengan status pinjaman ke Newcastle merasa sangat beruntung karena kepindahannya tersebut, walau sebagai pinjaman merupakan impian yang menjadi kenyataan.

Mimpi Menjadi Kenyataan

Gelandang yang kini berusia 21 tahun itu tiba di Tyneside pada tanggal 23 Januari kemarin saat penandatanganan bursa transfer Januari pertama Newcastle. Ini menjadi salah satu kesempatan terbaiknya untuk membuktikan kepada sepakbola dunia bahwa dirinya akan menjadi pemain yang berbakat. Ya, bermain bersama Newcastle, walau dengan status pinjaman bisa menjadi batu loncatan dirinya untuk berkembang lebih jauh lagi.

Bahkan, gelandang tersebut tidak bisa menyembunyikan ekspresi kegembiraannya saat dia resmi membela Newcastle.Dia berkata: “Ketika saya masih kecil, saya biasa bermain domino qiu qiu dengan teman-teman di jalanan dan saya selalu bermimpi berada di klub seperti ini.Dan sekarang mimpi itu menjadi kenyataan.”Itulah kenapa, kepindahannya ke Newcastle dianggap sebagai mimpi yang menjadi sebuah kenyataan.

Dia melanjutkan; “Ini adalah saat yang sangat penting dalam karir saya dan saya berharap bisa melakukan yang terbaik. Saya di sini untuk belajar dan menunjukkan potensi saya, tidak hanya potensial, tapi saya bisa melakukan sesuatu di masa depan.” Bukan tidak mungkin memang jika setelah ini karirnya justru akan gemilang. Semua tergantung dari bagaimana usaha dan kerja kerasnya selama di Newcastle.

Sebelumnya, Kenedy juga mendapat kesempatan besar saat Chelsea membayar Fluminese sebesar £ 6,3 juta untuknya pada bulan Juli 2015, meskipun kemudian waktunya Stamford Bridge terbatas. Saat itu, dia telah melakukan tindakan yang pada akhirnya membuat dirinya dikenai sanksi FA.Dia diberi peringatan resmi oleh FA atas komentarnya di media sosial yang juga membuatnya dikirim pulang dari tur pra-musim Chelsea di China.

Idolakan Pemain Besar

Ada yang mengatakan jika Kenedy merupakan pemain dengan karakter yang penuh warna.Dia memiliki serangkaian tato di tubuhnya dimana salah satu tato tersebut berbunyi, “Maafkan aku, ibu, untuk hidupku yang gila”. Entah apa maksud dari tato tersebut, tetapi sepertinya memiliki arti yang sangat dalam tentang masa lalunya atau kerinduannya terhadap ibunda tercinta.

Kenedy mulai belajar sepak bola dengan bermain bola di jalan-jalan di negaranya Brasil, tapi dia juga mengungkapkan bahwa dia harus berkorban sejak dini untuk bisa bermain sepakbola.Dia bercerita; “Saya pulang ke rumah pada usia delapan atau sembilan tahun.Paman saya adalah manajer saya, dan dia memberi saya kesempatan untuk bermain untuk Fluminense.Kemudian, saya pindah ke Eropa ketika berusia 19 tahun.

Dia melanjutkan mengenang masa lalunya; “Saya pindah dari Santa Rita do Sapucai, sebuah kota di pedesaan di Minas Gerais, ke Rio de Janeiro, sekitar 300 mil, kurang lebih sama dengan Newcastle ke London.” Ketika ditanya apakah dia takut dengan tindakannya karena pindah dari rumah pada usia tersebut, dia menjawab: “Tidak, tidak apa-apa, tidak masalah bagi saya.”

Menariknya, pemain asal Brazil tersebut memiliki sejumlah pemain besar yang menjadi idolanya. Dia tumbuh sebagai pemain sepakbola yang mengidolakan pemain bintang seperti Adriano, Romario dan Ronaldo, dan mengakui beberapa pengetahuannya tentang klubnya saat ini berasal dari trilogi film Goal, di mana seorang pemain muda dari Los Angeles mendapat jeda besar di Newcastle.